Thursday, April 21, 2011

perpisahan hanya satu illusi

21 april hari terakhir ALLAH  berikan kesempatan ke atas diri ini untuk brada labuan.
alhamdullilah,sepanjang berada di labuan,
pelbagai kenangan dan paling penting betrjumpa dengan sahabat sahabat tarbiyah yang banyak
membimbing diri ini,
wahai sahabat ana yang di kasihi,hidup ini hanya sementara,
simpankan lah kenangan setahun sebagai kenangan yang terindah :)
ana mohon maaf sekiranya terdapat kekasaran bahasa serta melukai hati sahabat2 sekalian.
mawaddah antara kita,
sayang sahabat kerna ALLAH

Thursday, April 14, 2011

Seberapa Besar Hati Kita Mengagungkan Allah?

Saudaraku,
Mungkinkah orang yang banyak berdosa, menyisakan hati yang mengakui keagungan Allah swt? Banyak orang mengira jawabannya, tidak. Mereka mengatakan, hanya orang shaleh yang mampu memiliki hati yang menyimpan kebesaran dan keagungan Allah swt.  Sementara pelaku dosa dan yang bergelimang kemaksiatan, mereka termasuk kelompok orang yang tidak mendapat rahmat Allah, dan ini artinya tidak ada pengakuan dalam hati mereka terhadap kebesaran dan keagungan Allah swt.
Saudaraku yang dikasihi Allah,
Dosa dan maksiat memang pasti memberi dampak pada orang yang melakukannya. Begitu pun ketaatan yang pasti memberi pengaruh pada orang yang melakukannya. “Kebaikan itu menyinari wajah, memberi cahaya dalam hati,membuka keluasan rejeki, memberi kekuatan tubuh, menambah cinta di hati makhluk. Sedangkan keburukan dan dosa itu, memberi kelam di wajah, kegelapan di dalam kubur dan di dalam hati,melemahkan tubuh, menyempitkan rejeki dan memunculkan kebencian di hati makhluk.” Demikian ungkapan Ibnu Abbas radhiallahu anhu.
Saudaraku,
Tapi Islam tetap selalu ingin memberi semangat pada orang yang sudah berdosa agar tidak pernah putus harapan dari rahmat Allah. Dosa dan kemaksiatan sebenarnya tidak menghalangi seseorang untuk tetap memiliki hati yang mengakui kebesaran dan keagungan Allah swt. Mungkin, kita menapakkan kaki di tempat yang tidak sesuai dengan keridhaan Allah swt. Tapi hati kita tetap memendam pengakuan tulus akan keagungan Allah swt. Ini artinya, Allah swt meniupkan kebaikan dalam hati, meski secara lahir kita belum sesuai dengan situasi hati kita. Itulah sebabnya para ulama membagi dua kategori kemaksiatan, yakni kemaksiatan anggota tubuh yang disebut dzunuub al jawaarih, dan kemaksiatan hati yang disebut dzunuub al qalb. Meski tidak dipungkiri juga ada keterkaitan antara keduanya, dan yang paling membahayakan adalah kemaksiatan hati ketimbang kemaksiatan anggota tubuh.
Saudaraku,
Keadaan hati yang tetap mengagungkan Allah swt, adalah kondisi yang membersihkan seseorang untuk kembali dari ragam penyimpangan. Hati seperti inilah yang tetap menyuarakan keagungan dan ke Maha Besaran Allah swt sehingga menolong pemiliknya dari kondisi larut dalam kesalahan. Seperti ungkapan sebagian orang shalih, “Barangsiapa yang di dalam hatinya tetap mengagungkan Allah swt, maka Allah swt akan menolongnya agar jasadnya juga mengagungkan Allah swt.”
Lihatlah peristiwa yang dialami seorang shalih bernama Basyar Al Hafi, tokoh ulama yang terkenal zuhud dan wara ’ Abu Na ’im dalam Hilyatu Al Auliya, menguraikan Basyar Al Hafi yang mengatakan, “Aku dahulu seorang yang tersesat dan tidak tahu arah. Suatu hari aku melihat sebuah kertas di atas jalan. Aku mengambil kertas itu dan kulihat di dalamnya tertera kalimat “Bismillahir Rahmaanir Rahiim ”. Aku bersihkan kertas itu dan aku masukkan ke dalam kantong. Saat itu aku hanya mempunyai uang dua dirham, tapi uang itu kuhabiskan untuk membeli minyak wangi. Minyak wangi itu aku usap pada kertas yang kusimpan di dalam kantong. Malam harinya, aku bermimpi seseorang mengatakan padaku, “Wahai Basyar, engkau angkat Nama Kami dari jalanan. Engkau membuatnya harum. Maka Aku akan mengharumkan namamu di dunia dan di akhirat.”
Renungkanlah saudaraku, bagaimana pengagungan Allah swt yang ada di dalam hati Basyar Al Hafi.
Saudaraku,
Ada pula kisah pelaku dosa yang tiba-tiba jiwanya tersungkur merasakan keagungan Allah swt. Lihatlah perubahan besar yang dilakukan seorang bernama Fudhail bin Iyadh, yang kemudian menjadi salah satu ulama besar Islam di jamannya. Dahulunya, Fudhail adalah seorang perampok yang sangat ditakuti karena kekejamannya. Suatu ketika, ia merampok sebuah rumah sebelum waktu subuh. Saat menaiki tembok rumah, ia melihat seorang kakek tua membaca Al-Qur ’an. Saat itu, mungkin saja Fudhail tetap melanjutkan aksinya untuk merampok, tapi bacaan Al-Qur ’an orang tua itu begitu membuat jiwanya guncang. Secara lahir, Fudhail sudah melakukan kejahatan. Tapi kali ini, kejahatan fisiknya tidak mendominasi keburukan hatinya. Maka, ketika orang tua itu membacaan firman Allah swt, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)…” ((QS.Al Hadid :16). Fudhail memandang ke langit, seraya mengatakan, “Ya Rabb, aku bertaubat kepadamu malam ini.” Saat itu juga ia turun,, lalu mandi dan pergi ke masjid menangis dalam taubatnya. Seperti itulah, bahwa ada banyak perilaku maksiat yang tidak membatasi kondisi hati yang tetap mengagungkan Allah.
Saudaraku,
Karenanya, nilai seseorang tidak serta merta jatuh karena ia melakukan dosa dan maksiat. Bahkan ketika seorang pezina dirajam lalu mendapat cacian dan penghinaan dari sejumlah sahabat, Rasulullah saw bersabda, “Jangan lakukan itu, dia telah bertaubat dengan taubat yang bila ditimbang dengan 70 orang penduduk Madinah niscaya taubatnya meliputi mereka semua.”  Dalam riwayat lain,, “Sesungguhnya taubatnya jika ditimbang dengan seluruh penduduk Madinah, niscaya akan meliputi mereka semua.” Artinya, pezina itu pun ternyata memiliki hati yang tetap mengagungkan Allah swt. Kondisi hati seperti itulah yang membuatnya rela mendapat hukuman sesuai kehendak Allah swt dan Rasulullah saw.

Sekarang,mari bertanya pada diri sendiri, seberapa besar keagungan Allah swt dalam hati kita?_

Saturday, April 9, 2011

tarbiyah

dalam hidup yang hanya sementara ini,,,
kadang kala aku terlalu bermain main dengan masa yang di berikan..
sehingga aku lalai...
bila teringat akan perumpamaan yang ALLAH SWT
gambarkan dalam surah AL - ANKABUT,,
iaitu...
perumpamaan orang yang tidak meletakkan ALLAH sebagai yang MUTLAK,
sama seperti sarang LABAH LABAH...
kenapa sarang labah labah???
cuba sahabat bayang kan akan sarang labah labah,,
sarang labah labah merupakan sarang yang paling rapuh..
buktinya..
cuba sahabat pegang  dan kemudian tarik sarang itu,,,
nah,sudah rosak...
betapa rapuhnya sarang itu...
kita tanya diri kita,,
inginkah kita hidup di dunia tanpa pertolongan ALLAH???

Thursday, March 24, 2011

TEMAN

seRIngkali kita takut bila bersendirian...wahai sahabat2 yang di cintai kerna ALLAH,,,,
tiada teman bukan lah bermaksud kita akan keseorangan ..kita jangan lupa kerana kita sentiasa di temani ,,iaitu olEH PENCIPTA kita..ALLAH...
andainya sudah berlaku perpisahan,maka jangan di tangisi perpisahan itu,kerna berdoalah kita untuk bertemu di syurga yang kekal abadi...:)...
muhasabah cinta tazkirah hati ini:
mengharapkan cinta manusia seringkali bersimpang siur,,,mencari cinta ALLHA sentiasa di jalan yang lurus...
sayangilah saudara saudara mu seperti engkau sayang akan diri mu...
selamat berjuang!!!strive 4 mardhatilah

Wednesday, February 16, 2011

inilah masanya wahai sahabat..

assalammualaikum,,,hari ini alhamdulillah ,kita masih di beri nyawa dan di beri nikmat islam untuk masih berada di muka bumi ALLAH SWT.
hari ini saya ingin berkongsi dengan anda salah satu surat cinta dari ALLAH ,yang tercatat di dalam AL-QURAN,.
firman Allah Swt:
وَلْتَكُن مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنْكَرِ وَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung (QS Ali Imran [3]: 104).

nah,sahabat..sampai kapan lagi kita hanya duduk sendiri .marilah kita perbaiki diri kita dan pada masa yang sama kita mengajak rakan rakan kita supaya kita senantiasA dalam fikrah islam.janganlah biarkan diri kita sahaja yang melakukan kebaikan ,tetapi kita ajaklah sahabat sahabat kita.tiada ruginya...malah insyaALLAH,kita sendiri dapat merasai nikmat berdakwah itu.bayangkan lah wahai sahabat sahabatku.sewaktu NABI MUHAMMAD S.A.W menyebarkan dakwah,pelbagai rintangan yang di hadapi oleh baginda.kita????tidak kah kita ingin meneruskan perjuangan dan dakwah NABI??baginda bangunkan islam dengan rintangan yang perit.....tidak kah kita ingin merasa bagaimana nikmatnya berdakwah itu??
ini sebagai peringatan untuk diri saya dan anda semua.



Saturday, February 5, 2011

cinta saya


mari saya bertanya dengan jiwa saya..di mana kah tahap cinta kepada ALLAH??

wahai sahabat yang di sayangi,,di mana kah hati kita??adakah masih dalam awang awangan???benarkah kita sentiasa mengingat ALLAH?JIKA IYA.buktikan!!adakah anda sentiasa bangun untuk membuat solat tahhajud??
kita dambakan syurga ALLAH,tetapi kita jarang bertemu dengan NYA melaluI solat kita,kita inginkan syurga ALLAH ,tetapi jarang singgah di taman taman syurga iaitu majlis ilmu??
ini yang anda katakan bahawa anda mencintai ALLAH..
wahai sahabat ana yang ana sayangi,,,bangunlah ,,berlari lah kita kepada ALLAH...jangan kita tewas dengan dunia yang menipu ini.ALLAH telah jelaskan dalam AL QURAN,dunia ini hanya satu taman permainan..wataknya manusia ,tetapi watak utama nya ialah syaitan..adakah kita ingin menjadi kuncu syaitan lantaran kurangnya cinta kita kepada ALLAH..
MARILAH KITA SEDAR!!!
SALAM SAYANG KERANA ALLAH.

Thursday, February 3, 2011

hari ini ,,,,bila kita mati

wahai sahabat yang di sayangi..kita berusaha pada hari ini dengan sebaiknya,,tetapi kita tidak tahu bila ajal kita..mungkin 5 saat dari sekarang..
kehidupan dunia ini,hanya satu kepuraan yang penuh dengan fondasi.maka,sedarlah wahai sahabat,,tidak ALLAH ciptakan manusia dengan begitu saja tanpa ada sebarang tujuan.
sebelum kematian datang menjelma ,marilah kita sedar!!!pertingkatkan amal ibadah.
bagaimana seseorang itu mengimpikan syurga,tetapi amalannya hanya sedikit saja..